Persepsi atau pandangan yang menawarkan kita untuk memahami atas apa yang terjadi di zaman sekarang dan atas hal-hal yang hanya terjadi pada saat ini. Bayangkan dua puluh tahun yang lalu, apakah kamu akan menyangka bahwa zaman generasi mendatang akan tercipta Internet, Media sosial sampai Aplikasi ojek yang apabila kita menggunakan tinggal pencet gawai saja.


Jika dulu ketika mau pergi, harus jalan kaki tentu berbeda dengan saat ini sehingga tidak mau tidak kita harus menyisihkan nominal untuk memahar sebuah kendaraan agar kita tidak lagi jalan kaki.


Pandangan juga mengenal umur, kadang pandangan kita sewaktu kecil itu berbeda dengan keadaan saat dewasa, maupun sebaliknya. Dari awalnya berteman berubah menjadi bermusuhan juga beda pandangannya. Bahkan detik ini sampai detik besokpun, pandangan kita bisa berubah.


Ngomongin Pandangan atau persepsi. Saya kok jadi ingat apa kata sang Motivator ketika sedang menghadapi orang. Misal ketika sang Motivator berkata tentang waktu kepada orang yang ingin berubah seperti,“Tenang saudara, waktu masih panjang untuk memperbaiki semuanya. Tinggal bagaimana kamu akan bersungguh-sungguh atau kamu tidak mau melakukan usaha untuk berubah.”


Tentu ini akan berbeda ketika sang Motivator menghadapi seorang yang bertujuan untuk menyemangati atau memberi dorongan. Seperti,“Nak, waktu ujian nasional sudah didepan mata. Saya harap kamu dapat bersungguh-sungguh dan belajar yang giat ya.”nah dari itu yang benar waktu itu panjang atau pendek sih. Saya kok sampai mempermasalahkan hal ini.


Hal lain adalah pada Persepsi kata sang Ustad. Seperti masalah,“apabila kita akan bekerja, seolah-olah kita akan hidup selama-lamanya.”
Dan kebalikannya,“apabila kita akan beribadah, seolah-olahlah kita akan mati besok.”


Tuh ya. Masalah perbedaan Pandangan / Persepsi yang agamis.