“Apa yang kuingin ucap, ternyata aku tak mampu untuk mengawalinya.
Aku banyak berharap ketika hal kecil mampu membuatnya besar.
Tapi apa yang kukira itu ternyata salah.”


Benar saja, aku hanya terdiam tanpa sebuah kata lagi yang ingin terucap.


“Aku benar-benar ingin mengatakan sebenarnya sekarang.
Tapi apa nyatanya?
Lagi-lagi aku masih merasa bahwa ini bukan mimpi..
Dan benar memang ini bukan mimpi”


Jadi...


Kamu benar, kamu telah mengajarkanku untuk tidak jadi pecundang pesan facebook. Hal itu mendasari saya mencundangi lewat tulisan ini.