“Setiap pemuda berarti penyumbang warisan masa depan.”


Mau warisan yang sebajing-bajingnya atau warisan yang baik dan mengharumkan nama cinta. Tentu, bukan sebuah cinta biasa.


Anggap saja, sebagai pemuda kita sedang dalam keadaan yang sangat buntung. Mau kekanan disitu jurang, mau kekiri katanya tidak etis, karena semua didahului hal kanan. Piye perasaanmu nek dadi kates~


****
Beberapa aktivitas saya akhir-akhir ini diketahui hanya terlihat bolak-balik terperangkap kesitus web Mojok yang berkantor di Yogyakarta itu. Setelah saya hanya bolak-balik ke Situs tersebut. Rasa-rasanya kok jadi kepikiran Jogja terus wah.


Tapi apalah daya, saya harus kembali ke kampung halaman di Purworejo.


Nah, saya lahir dan asli Purworejo. Bukan anak pindahan apalagi perantauan. Kalau sejarah malah menyebutkan orang Purworejo banyak yang merantau keluar daerah, jadi tidak mungkin orang dari luar pindah ke Purworejo. Mau cari apa ke Purworejo itu~


Dan ketika lulus SD, dapat ilham dari mana itu kok begitu bangun tidur seperti sudah ada di Jogja saja.


Sehingga sebagaimana Jogja yang dulu adalah sebuah rumah singgah selama tiga tahun lamanya, suka duka bersama dengan kekeluargaan yang terjalin begitu eratnya, pertalian antara lelaki dan wanita yang saling jatuh cinta. Yang hanya khusus untuk teman-temanku saja, karena saya. Boro-boro begituan. Pikiran saya waktu itu, hanya pengen melihat canggihnya mobil-mobil bersliweran, karena jujur tidak pernah lihat ketika hidup di desa. Sehingga untuk memikirkan cewek itu termasuk pilihan nomer kesekian. Seperti sebelas-duabelas. Eh, bukannya itu dekat.


Dan sekarang menemukan jalan takdir dengan bersekolah di Magelang. Jadi tambah beban moral bukan, kami tahu kenangan di Jogja itu sulit dihilangkan. Eh, Magelangnya ada Agus Mulyadi. Benar... Pilihan yang gagah untuk ditandingkan.


Tetapi selain Jogja pernah punya alasan mengapa harus saya ingat akan Kota pelajar tersebut. Yang kami fikirkan saat ini adalah kemana kami harus menemukan Jogja-jogja selanjutnya. Mungkin untuk kembali lagi ke Jogja itu adalah hal yang wonderful. Tapi jika ada suatu daerah lain yang membuat kami menemukan Jogja-jogja yang lainnya, apakah hal tersebut adalah hal yang nalar.


Atau untuk saat ini adalah hal yang terlalu keras untuk kami pikirkan.